Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, ternyata telah menandatangani nota kesepahaman dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, akan bekerjasama untuk meng-“kick out” Corona Virus Disease, yang telah mewujud pandemic global itu. Di antara pesepakbola diajukan FIFA guna menghadapi serbuan Corona, penyerang Argentina Lionel Messi, kiper Italia Gianluigi Buffon, kipper Liverpool Alisson Becker, mantan kapten tim Inggris, Gary Lineket, serta lainnya.
Melihat nama-nama pemain bintang sepakbola yang diajukan FIFA, saya membayangkan bahwa pertarungan yang disokong WHO ini, kali ini bakalan seru. Terlebih lagi karena Tedros Adhanom Ghebreyesus lelaki kulit hitam kelahiran Ethiopia itu, saat jumpa pers di markas WHO di Jenewa menyatakan bahwa untuk menghadapi Cavid-19, serbuan pendemic Corona itu, dia tak sungken meminjam filosofi mantan manajer MU, Sir Alexander Ferguson. “A good defense is to attack”.
Pertahanan terbaik adalah menyerang. ”Virus Corona ini, adalah ancaman besar bagi kita. Virus ini, musuh besar kita”, jelas Tedros. “Sebelumnya, pandemic virus ini, tak pernah terjadi. Sebab itu, semua kita seisi dunia ini, harus bersatu melawannya secara ofensif dengan passing game". Direktur Jenderal WHO ini memiliki dalih akibat virus ini telah melintasi ribuan mil jaraknya dari asal mula kemunculannya di Wuhan, Tiongkok. Pergerakannya sangat cepat ke seantero negeri.
Pula alasan FIFA yang memang tujuan didirikannya sebagai pengendali
internasional sepakbola, juga merasa terpanggil. Mengambil peran. “Covid-19,
masalah global. Makin mempertontonkan pada kita, betapa rentannya kita, juga
betapa mengglobalnya dunia kini”, jelas Gianni Infantino. “Kita, tak boleh
diam. WHO mesti didukung. Nanti, setelah virus ini berhasil kita “kick out”,
kita kembali membina solidiratas dan harapan. Sepakbola akan berperan”, lanjut
Presiden FIFA itu.
Baik WHO, sebagai badan kesehatan dunia milik PBB, telah menyatakan kesiapan dengan taktik ofensif, begitu pula FIFA telah siap menurunkan 28 pemain bintang yang direkrutnya dari sekian kesebelasan terkemuka. Keduanya, telah sesumbar, sementara lawan bakal dihadapi, Covid-19, si virus Corona itu, tak sekalipun memunculkan wujudnya. Tapi pergerakannya sangatlah cepat. Telah memapar, serta mencekik puluhanribu orang. Dan semua kita, memilih me-lockdown diri.
FIFA memangnya mau melawan cara apa? Ternyata hanya menyerang lewat video. FIFA melalui para penendang bolanya, berperan menyerukan agar semua kita rajin mencuci tangan. Soalnya, Italia saja yang handal dengan pertahanan “catenaccio”-nya, pun bobol. Kini epicentrum Covid-19. Sekian libero terbaik pernah dimiliki; Maldini, Bonucci, Scirea, dan lainnya me-lockdown diri. Dan Franco Baresi mengingatkan, “keseimbangkan fisik dan pikiran, itulah pertahanan terbaik,”.
Makassar, 26 Maret 2020
Baik WHO, sebagai badan kesehatan dunia milik PBB, telah menyatakan kesiapan dengan taktik ofensif, begitu pula FIFA telah siap menurunkan 28 pemain bintang yang direkrutnya dari sekian kesebelasan terkemuka. Keduanya, telah sesumbar, sementara lawan bakal dihadapi, Covid-19, si virus Corona itu, tak sekalipun memunculkan wujudnya. Tapi pergerakannya sangatlah cepat. Telah memapar, serta mencekik puluhanribu orang. Dan semua kita, memilih me-lockdown diri.
FIFA memangnya mau melawan cara apa? Ternyata hanya menyerang lewat video. FIFA melalui para penendang bolanya, berperan menyerukan agar semua kita rajin mencuci tangan. Soalnya, Italia saja yang handal dengan pertahanan “catenaccio”-nya, pun bobol. Kini epicentrum Covid-19. Sekian libero terbaik pernah dimiliki; Maldini, Bonucci, Scirea, dan lainnya me-lockdown diri. Dan Franco Baresi mengingatkan, “keseimbangkan fisik dan pikiran, itulah pertahanan terbaik,”.
Makassar, 26 Maret 2020

Tidak ada komentar:
Posting Komentar